Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai di Jakarta Selatan mulai mengembangkan kegiatan usaha yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Perdagangan eceran sembako dan LPG dipilih sebagai salah satu sektor awal untuk membangun aktivitas ekonomi koperasi sekaligus memberikan manfaat bagi anggota.
Lokasi koperasi di kawasan Melawai membuat kegiatan tersebut berpotensi melayani kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar. Model usaha berbasis kebutuhan pokok juga memberikan dasar yang lebih realistis bagi koperasi baru karena barang yang dipasarkan memiliki permintaan rutin.
Hingga awal Oktober, koperasi tersebut memiliki sekitar 30 calon anggota. Jumlah itu masih dapat berkembang seiring penguatan kegiatan usaha dan semakin jelasnya manfaat ekonomi yang diperoleh anggota.
Pengembangan koperasi berbasis kelurahan memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan pembentukan kelembagaannya. Setelah badan usaha terbentuk, pekerjaan berikutnya adalah memastikan aktivitas bisnis mampu berjalan sehat, memiliki pelanggan, mencatat transaksi secara transparan, dan menjaga ketersediaan barang.
Sembako dan LPG dapat menjadi titik awal sebelum koperasi memperluas usaha sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan modal. Keputusan ekspansi idealnya mengikuti evaluasi penjualan sehingga jenis usaha yang dibangun tidak hanya banyak, tetapi benar-benar produktif.
Keberhasilan koperasi juga perlu diukur dari manfaat yang diterima anggota, efisiensi harga, pertumbuhan omzet, dan keberlanjutan usaha. Dengan demikian, keberadaan Koperasi Merah Putih tidak berhenti sebagai program pembentukan kelembagaan.
Jika mampu mengembangkan bisnis yang sehat dan dekat dengan kebutuhan warga, koperasi tingkat kelurahan dapat berfungsi sebagai salah satu simpul ekonomi masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap barang kebutuhan sehari-hari.