Pengembangan transportasi publik Jakarta menjadi salah satu topik dalam pertemuan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani di Civic Hall, New York. Pertemuan tersebut membahas pengalaman Jakarta menangani kemacetan dan memperkuat konektivitas dengan daerah penyangga.
Salah satu program yang dipaparkan adalah Transjabodetabek. Layanan tersebut diarahkan memperluas konektivitas Jakarta dengan kawasan sekitar serta mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Tantangannya cukup besar karena lebih dari empat juta orang disebut melakukan perjalanan keluar-masuk Jakarta setiap hari, terutama pada jam sibuk.
Jakarta juga menerapkan fasilitas transportasi umum gratis bagi 15 kelompok masyarakat. Kelompok tersebut antara lain mencakup lansia, penyandang disabilitas, pelajar penerima Kartu Jakarta Pintar dan mahasiswa penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul.
Selain transportasi, pertemuan membahas persoalan perkotaan lain seperti banjir dan penurunan muka tanah. Upaya yang dipaparkan antara lain pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, pengurangan penggunaan air tanah, serta pengembangan tanggul laut.
Pertukaran pengalaman antara kota besar memberi ruang untuk membandingkan kebijakan dalam menghadapi persoalan yang memiliki karakter serupa, seperti kepadatan penduduk, mobilitas komuter, transportasi massal, dan perubahan iklim.
Bagi Jakarta, penguatan transportasi publik tetap membutuhkan integrasi dengan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi karena pola mobilitas masyarakat telah melampaui batas administrasi provinsi.